Minggu, 13 Februari 2011

Ulos Simalakama

Selama ini hampir semua syuting FTV SCTV selalu dilakukan di Bali, tapi kali ini dalam rangka ulang tahun SCTV yang ke 20, SCTV menghadirkan sinema 20 wajah Indonesia, Satu diantaranya berjudul Ulos Simalakama yang disutradarai Eduart Pesta Sirait. Eduart yang didampingi Deddy Mizwar sebagai produser, awalnya film tersebut berjudul Doa Seorang Ibu. Kemudian berubah menjadi Ulos Parompa dan akhirnya diputuskan berjudul Ulos Simalakama. Cerita yang menarik di Tanah Batak, memiliki nilai budaya yang sarat berbagai semangat kedaerahan untuk bangkit menunjukkan jati diri. Menjadi salah satu kekuatan untuk memperkaya budaya Bangsa Indonesia . Tim penilai telah memilih cerita Ulos Simalakama, karya sutradara senior Edward Pesta Sirait. “Cerita ini memiliki warna kedaerahan yang kental. Edward Pesta Sirait sangat menguasai latar belakang budaya Tanah Batak. Saya yakin cerita ini patut dibanggakan oleh warga Sumatera Utara dan Indonesia secara umum. Sinema Ulos Simalakama ini sendiri mengambil tempat syuting di Huta Siallagan, desa Ambarita, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.


Sekadar mengetahui, dalam pembuatan film rakyat ini Produser film dijabat Zairin Zain, Desain Produksi Deddy Mizwar, Pimpinan Produksi Rubby Karno, Asisten Lamsihar Pardede, Sutradara, Eduart Pesta Sirait, Asisten Zaenal Abidin. Sedangkan para pemain film, Yama Carlos sebagai Togar, Ghea d'Syawal sebagai Saida, Carol Filia Silvana Gultom sebagai Ibu Saida, Betsy R Tarigan SH sebagai Ibu Togar, Defi Eka Putri sebagai Roida (adek Togar), Rizki Maulina, Ribka Zigqueen, Syafrina Hardiyanti, Devy REtno Olivia dan Isabella Emintha Ginting yang berperan sebagai gadis desa.



Resume Sinema Ulos Simalakama

Ceritanya menarik untuk disimak. Konon tersebutlah seorang lelaki bernama Togar Silalahi (diperankan oleh aktor muda Yama Carlos yang top lewat iklan rokok dengan peran “sarjana ojek”). Ketika usai lulus SMA dia minta izin pada Ibunya untuk merantau ke Jakarta melanjutkan sekolah dan bekerja. Saat hendak pergi, sang Ibu memberinya Ulos Parompa, untuk cucu pertamanya kelak.

Togar merantau saat belum berumah tangga. Kepergian Togar merantau meninggalkan sanak saudara dan seorang wanita yang bernama Saida Br Sidabutar (Diperankan oleh Aktris cantik dan muda Ghe d’Syawal yang konon akan dijodohkan menjadii istrinya. Dalam perantauan saat melalukan penelitian di lokalisasi, Togar berkenalan dengan seorang Wanita malam yang dia tolong saat dianiyana oleh sekelompok begundal.

Togar berhasil menyelamatkan wanita itu. Dia mengunakan ulos pemberian ibunya, untuk menyelimuti sang wanita. Akhirnya perkenalan mereka membuahkan persahabatan sangat dekat, hingga terjadi hubungan intim. Tanpa sepengatahuan Togar, wanita itu membesarkan benih dari Togar, hingga lahir menjadi seorang Pemuda yang gagah.

Disisi lain, Togar yang memperistri wanita sekampungnya, mendapatkan seorang buah hati, gadis nan jelita. Diceritakan dalam sebuah pertemuan gadisnya dan anak lelaki yang dilahirkan wanita malam itu berkenalan. Mereka berpacaran, hingga hampir sampai kejenjang perkawinan. Alangkah terkejutnya Togar, ketika dia diberitahu, kedua pasangan itu sesungguhnya adalah darah dagingnya. Togar berontak. Dia tidak percaya pada penjelasan itu.

Dalam cerita yang dikemas dengan durasi sekitar 90 menit, penonton akan disuguhkan pada berbagai adegan menarik. Konflik bathin Togar sangat terguncang. Edo ingin membuat penonton penasaran dengan judulnya ulos simalakama. Bukankah yang pernah kita dengar, justru ungkapan buah simalakama: dimakan mati bapak, tak dimakan mati ibu?

Selain menampilkan aktor dan aktris dari Jakarta, ketika pengambilan gambar flashback di Pulau Samosir, tampil juga artis pendatang baru Caroll Filla Silvana Gultom (Ibunya Saida) dan Betsy R Tarigan (ibunya Togar) beberapa artis Medan mendapat kesempatan bermain. Diantaranya Defi Eka Putri dan empat orang rekannya setelah ikut casting di Taman Budaya beberapa waktu lalu.

0 komentar:

Posting Komentar